Tokoh Masyarakat Sungai penuh Soroti Penertiban PKL Saat Ramadan, Azwardi Datuk: “Ekonomi Sulit, Kenapa Justru Dipersulit?”
Buana24.com Penuh – Kebijakan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Sungai Penuh pada bulan Ramadan menuai perhatian dari sejumlah tokoh masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Azwardi Datuk yang mengungkapkan keheranannya terhadap langkah pemerintah kota tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, Azwardi Datuk menilai penertiban PKL yang dilakukan pada bulan Ramadan justru menimbulkan tanda tanya di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.
“Kita merasa heran melihat tingkah laku Pemkot Sungai Penuh. Kenapa penertiban PKL hanya dilakukan di bulan Ramadan? Saat masyarakat sedang berusaha mencari nafkah, justru terasa dipersulit,” tulisnya.
Menurutnya, bulan Ramadan selama ini dikenal sebagai momentum bagi banyak masyarakat kecil untuk menambah penghasilan. Banyak pedagang memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan makanan dan kebutuhan berbuka puasa demi membantu perekonomian keluarga.
Karena itu, ia berharap kebijakan penataan kota tetap memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat kecil.
“Kalau memang ingin menertibkan, tentu harus dengan solusi. Jangan sampai masyarakat yang sedang berjuang mencari rezeki justru merasa ditekan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut pun memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian masyarakat memahami pentingnya penataan kota agar tetap tertib dan rapi, namun tidak sedikit pula yang berharap pemerintah dapat memberikan ruang atau solusi yang lebih manusiawi bagi para pedagang kecil, khususnya selama bulan Ramadan.
Warga berharap pemerintah kota dapat menyeimbangkan antara penataan kota dan perlindungan terhadap mata pencaharian masyarakat kecil, sehingga kebijakan yang diambil tidak menimbulkan kesan mempersulit warga yang sedang berusaha bertahan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.( Red ..(
