-->

Iklan

MUTU PEMBANGUNAN DIDUGA ASAL JADI, PROYEK SMP NEGERI 10 SUNGAI PENUH TULIKAN SOROTAN WARGA DAN AKTIVIS

Senin, 17 Agustus 2026, Agustus 17, 2026 WIB Last Updated 2026-08-17T05:00:37Z
masukkan script iklan disini

 



    MUTU PEMBANGUNAN DIDUGA ASAL JADI, PROYEK SMP NEGERI 10 SUNGAI PENUH TULIKAN SOROTAN WARGA DAN AKTIVIS
 

         Buana24.com,Sungaipenuh–Dana swakelola Sekolah Revitalisasi Proyek pembangunan dan perbaikan infrastruktur di SMP Negeri 10 Kota Sungai Penuh mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya, pengerjaan fisik fasilitas pendidikan tersebut diduga dilakukan secara asal-asalan dan memiliki mutu bangunan yang jauh dari standar teknis yang ditentukan.

   Berdasarkan pemantauan di lapangan dan laporan warga setempat,  pengerjaan bagian atap,  dinilai tidak rapi dan menggunakan material yang terindikasi di bawah spesifikasi teknis (spek).

    Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menuturkan kekecewaannya atas hasil pengerjaan proyek gedung sekolah tersebut. 

    Menurutnya, anggaran yang dikucurkan pemerintah tidak sebanding dengan  kualitas fisik bangunan yang ada di lapangan.

    Sorotan senada juga datang dari aktivis pemerhati pembangunan daerah Kota Sungai Penuh. Mereka menilai lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pendidikan maupun konsultan pengawas menjadi pemicu utama buruknya pengerjaan proyek oleh pihak rekanan/kontraktor.

   Dugaan adanya pengurangan volume pekerjaan hingga indikasi manipulasi material untuk meraup keuntungan pribadi pun mencuat. 

   Publik mendesak instansi terkait serta aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan melakukan pengecekan ulang di lokasi gedung SMP Negeri 10 Kota Sungai Penuh.

"Harus ada audit audit fisik dan uji laboratorium terhadap kualitas material dari BPK maupun Kejaksaan. Pihak kontraktor pelaksana harus dipanggil untuk bertanggung jawab dan melakukan perbaikan ulang sesuai adendum teknis yang berlaku," tegas salah seorang aktivis lokal.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh maupun pihak pengelola pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan buruknya kualitas pembangunan sarana pendidikan di SMP Negeri 10 tersebut. 

    Publik berharap adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah agar anggaran pendidikan tidak terbuang sia-sia akibat pengerjaan proyek yang tidak profesional. ( Tnx./Rml..)


    
Komentar

Tampilkan

Terkini