Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menuturkan kekecewaannya atas hasil pengerjaan proyek gedung sekolah tersebut.
Menurutnya, anggaran yang dikucurkan pemerintah tidak sebanding dengan kualitas fisik bangunan yang ada di lapangan.
Sorotan senada juga datang dari aktivis pemerhati pembangunan daerah Kota Sungai Penuh. Mereka menilai lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pendidikan maupun konsultan pengawas menjadi pemicu utama buruknya pengerjaan proyek oleh pihak rekanan/kontraktor.
Dugaan adanya pengurangan volume pekerjaan hingga indikasi manipulasi material untuk meraup keuntungan pribadi pun mencuat.
Publik mendesak instansi terkait serta aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan melakukan pengecekan ulang di lokasi gedung SMP Negeri 10 Kota Sungai Penuh.
"Harus ada audit audit fisik dan uji laboratorium terhadap kualitas material dari BPK maupun Kejaksaan. Pihak kontraktor pelaksana harus dipanggil untuk bertanggung jawab dan melakukan perbaikan ulang sesuai adendum teknis yang berlaku," tegas salah seorang aktivis lokal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh maupun pihak pengelola pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan buruknya kualitas pembangunan sarana pendidikan di SMP Negeri 10 tersebut.
Publik berharap adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah agar anggaran pendidikan tidak terbuang sia-sia akibat pengerjaan proyek yang tidak profesional. ( Tnx./Rml..)
