-->

Iklan

KELANGKAAN DAN HARGA GAS SUBSIDI 3 KG MEROKET MERAMBAT DI KABUPATEN KERINCI, KOTA SUNGAI PENUH MASYARAKAT MENGELUH

Kamis, 26 Maret 2026, Maret 26, 2026 WIB Last Updated 2026-03-26T03:24:40Z
masukkan script iklan disini

 KELANGKAAN DAN HARGA GAS SUBSIDI 3 KG MEROKET MERAMBAT DI KABUPATEN KERINCI, KOTA SUNGAI PENUH MASYARAKAT  MENGELUH

 


   BUANA24.COM Kabupaten Kerinci, Jambi – Kelangkaan gas subsidi 3 kg terus menghantui seluruh 18 kecamatan di Kabupaten Kerinci, dengan kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Keliling Danau dan Kecamatan Depati Tujuh. Harga tabung gas yang seharusnya diperjualbelikan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 20 ribu (berdasarkan Keputusan Gubernur Jambi No. 241/Kep.Gub/Set Da-PRKM 2.3/2021) saat ini melambung hingga Rp 30 ribu, bahkan pernah mencapai puncak Rp 35 ribu per tabung.

 

Masalah kelangkaan dan harga yang tidak masuk akal ini bukan merupakan kasus baru, melainkan sudah berlangsung bertahun-tahun dengan rentang harga yang selalu tinggi, yaitu antara Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu. Banyak masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan pasokan, bahkan harus melakukan pencarian dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya tanpa jaminan bisa mendapatkan barang.

 

Dilaporkan, terdapat dugaan penyalahgunaan jalur distribusi seperti peredaran ilegal atau penjualan yang tidak tepat sasaran, sehingga manfaat subsidi tidak dapat dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerimanya. Selain itu, masyarakat juga mencurigai adanya pembiaran dari pihak pemerintah terkait dalam proses penyaluran gas subsidi yang menyebabkan masalah ini terus berlanjut.

 

Kebijakan pemerintah pusat yang mulai melarang penjualan gas subsidi 3 kg melalui pengecer sejak 1 Februari 2025 dan mengalihkan distribusi hanya melalui agen resmi PT Pertamina juga menjadi bagian dari dinamika yang menyebabkan kesulitan akses di lapangan. Meskipun tujuan kebijakan ini adalah untuk mengendalikan penyimpangan harga dan distribusi, implementasinya belum memberikan dampak positif yang diharapkan oleh masyarakat.

 

Masyarakat telah berulang kali mengajukan keluhan melalui berbagai kanal dan meminta pemerintah daerah Kabupaten Kerinci, pemerintah provinsi Jambi, serta instansi terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tujuan utama dari tuntutan ini adalah agar distribusi gas subsidi dapat berjalan sesuai aturan dan manfaatnya benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan. *** HW


Penulis Hendri Wijaya



 

 

Komentar

Tampilkan

Terkini