-->

Iklan

KINERJA KADIS LINGKUNGAN HIDUP KERINCI DIPERTANYAKAN. DUA KECAMATAN JADI TEMPAT SAMPAH LIAR SAAT LEBARAN

Minggu, 22 Maret 2026, Maret 22, 2026 WIB Last Updated 2026-03-22T10:15:13Z
masukkan script iklan disini

   KINERJA KADIS LINGKUNGAN HIDUP KERINCI DIPERTANYAKAN. DUA KECAMATAN JADI TEMPAT SAMPAH LIAR SAAT LEBARAN

 


  Buana24.com  Kerinci Sabtu 21 Maret 2026 – Wilayah Kecamatan Keliling Danau dan  Danau Kerinci Barat  tempat pembuangan sampah liar masih marak. Saat Lebaran Idulfitri pertama tahun ini, menimbulkan rasa kecewa besar di kalangan masyarakat.

 

Diperkirakan tindakan tersebut dilakukan karena upaya hemat anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) serta ketidakmampuan Dinas LH untuk mencari solusi yang tepat, hingga sembaran lokasi pun dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

 

Anto Black, aktivis lingkungan dari Kerinci, mengajukan pertanyaan tajam terkait kinerja Dinas LH. Menurutnya, Bupati Kerinci sebelumnya telah gagal mengelola Dinas LH lama, namun pengangkatan struktur dinas baru justru membuat kondisi masalah sampah semakin parah.

 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci juga menjadi sasaran kritik karena dianggap menutup mata terhadap sampah yang berserakan di jalan provinsi dan jalan kabupaten. Sampah telah menyebar luas hingga mencemari ekosistem Danau Kerinci. Bahkan pada masa bulan yang lalu, rapat khusus terkait masalah sampah yang juga mengganggu aliran sungai tidak menghasilkan solusi konkret hingga saat ini.

 

Perilaku pihak Dinas LH baru semakin menimbulkan kekhawatiran publik. Mereka diperankan seolah "lempar batu sembunyi tangan" terkait tumpukan sampah di pinggir jalan provinsi Jambi dan jalan kabupaten Kerinci. Beberapa titik di Kecamatan Keliling Danau yang telah menjadi lokasi pembakaran dan penumpukan sampah bertahun-tahun kini dibiarkan tanpa penanganan, hingga sampah menyebar ke lahan sawah dan mengancam keselamatan serta kesehatan petani dan lingkungan masyarakat sekitar. Tindakan Dinas LH yang berfoto selfie di atas tumpukan sampah juga sangat dipertanyakan, karena dianggap lebih mencari sensasi ketimbang menunjukkan komitmen nyata dalam mengatasi permasalahan lingkungan.**(HW) 

 

 

Penulis Hendri Wijaya

Komentar

Tampilkan

Terkini