Orang Tua Minta Perhatian Wali Kota Terkait Biaya Perpisahan dan Iuran Komite SMA
Buana24.com.Sungai Penuh – Keluhan terkait tingginya biaya perpisahan sekolah tingkat SMA menjadi perhatian publik setelah sejumlah orang tua murid menyuarakan aspirasinya di media sosial.
Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan, seorang orang tua secara terbuka menyampaikan pesan kepada Wali Kota dan pihak terkait agar memberi perhatian terhadap beban biaya yang dirasakan masyarakat.
“Pesan untuk Wali Kota dan pihak terkait, kami sebagai orang tua murid sangat terbebani atas biaya perpisahan. Anak kami dua, biayanya sangat mahal. Ditambah lagi dengan iuran komite,” tulisnya.
Unggahan tersebut mendapat banyak dukungan dari netizen. Sebagian besar mengakui beban yang sama dan berharap ada kebijakan yang lebih berpihak kepada kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Beberapa netizen bahkan menyampaikan permintaan tegas agar iuran komite dan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk tingkat SMA dapat dievaluasi.
“Kalau bisa uang komite dan LKS untuk SMA ditiadakan, Pak,” tulis salah satu warganet dalam kolom komentar.
Masyarakat berharap Wali Kota dapat menjembatani komunikasi dengan pihak sekolah maupun pemerintah provinsi, mengingat kewenangan SMA berada di bawah pemerintah provinsi. Namun secara moral dan kepemimpinan daerah, warga tetap berharap kepala daerah hadir merespons keresahan tersebut.
Sejumlah pihak menilai pentingnya transparansi dan musyawarah antara sekolah, komite, dan orang tua murid agar tidak terjadi kesan pungutan yang memberatkan. Prinsip sukarela dan asas keadilan dinilai harus dikedepankan, agar tidak ada siswa yang merasa tertekan karena faktor biaya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah maupun dinas pendidikan ( klen..)
