Antrian Menjerit , BBM Solar eceran Rp 400-500 ribu/Drigen.Aph Diminta Turun Tangan Di Spbu Pelayang Raya dan SPBU Kumun Debai.
Buana24com. Sungaipenuh Antrian Panjang Menyelimuti sepanjang jalan Pelayang dan kumun dekat SPBU membuat kekuatiran para penguna jalan, antrian yang sembaraut di SPBU .
impormasi yang diperoleh dari warga bahwa dalam Antrian pagi dispbu pelayang raya kebanyakan mobil dantruk pada pagi hari kemungkinan setelah melakukan antrian dipelayang raya beberapa jam kemudian terpantau lagi antrian dispbu kumun dengan mobil yang sama ikut antrian , diduga antrian dilakukan dalam pengisian BBM isi ulang untuk dijadikan bisnis eceran dengan harga yang signapikan .
Keluhan ini bermunculan pada pihak mobil pic- up sejenis deesel yang mencoba antri di SPBU namun dalam hal ini diminta no antri dan setoran oleh pihak tertentu yang mengatasnamakan keamanan dispbu
Ditambah nya lagi kalau tidak mau bayar no antri maka yang bersangkutan dilarang antri , Yang mirisnya lagi Harga eceran minyak solar /drigen mencapai 450-500 pergalon sehingga banyak mobil diesel antri dispbu untuk mencari keuntungan yg signapikan jelasnya.
Ditempat terpisah beberapa sopir mobil pic-,up menjelaskan dimedia ini yang enggan namanya disebut kami diminta untuk antri Rp.100 -150 ribu kalau mau no antrinya naik dari no antri 120 bisa ke no antri 20 kalau mau bayar oleh oknum yang diduga kaki tangan SPBU Pelayang raya jelasnya .
Iya" berharap kepada pihak keamanan dan aparat penegak hukum untuk segara mengambil tindakan terhadap petugas kaki tangan SPBU yang ada pelayang raya dan kumun dengan modus yang sama ,
Kalau ini dibiarkan berlarut-larut kami yang mobil pic-up dirugikan lantaran tidak bisa ikut antri dalam pengisian BBM jenis solar , kami merasa tidak sanggup kalau tiap antri harus membayar uang antrian jelasnya.
Disamping itu iya berharap kepada pihak Pertamina untuk segera memberi teguran terhadap Pertamina yang ada di kota sungai penuh , dan menghentikan para pedagang eceran yang ada di kios-kios kecuali UMKM peraturan yang ditetapkan pemerintah Heller ,bajak dan kontraktor ,
namun yang kita lihat saat ini masih banyak dirigen yang ikut antri dipompa -pompa pengisian baik itu dipelayang raya maupun dikumun lantaran tidak ada petugas aparat penegak hukum dilokasi sehingga petugas pompa sewenang -wenang mengatur dalam pengisian (tnx ..)
