14 Siswa Warga Pondok Tinggi Tidak Diterima Di SMA N.2 Depati Ninik Mamak Pondok Tinggi Datangi Sekolah.
Buana24.com. Sungaipenuh Depati payung , Ninik mamak berempat pondok tinggi dan camat pondok tinggi dalam hal ini terkait gagalnya kelulusan pendaftaran siswa baru 15 orang warga pondok tinggi yang mendaftar di sekolah SMA 2 negeri sungai penuh dirungan kantor kepala sekolah 03/06/26
Dalam hal ini Ninik mamak pondok tinggi berharap kepada pihak sekolah SMA Negeri 2 sungai penuh untuk bisa menerima siswa yang telah ikut mendaftar sebelumnya di sman 2 tersebut sebanyak 15 orang mengingat SMA 2 negeri sungai penuh adalah wilayah adat pondok tinggi dan zona pondok tinggi ungkapnya.
Syahdanur Gusmin .R.S.Pd.Mm. selaku kepala sekolah SMAN 2 sungai penuh menerima kunjungan Ninik mamak pondok tinggi diruang kerjanya menerima keluhan tersebut dan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu dan berkordinasi dengan dinas pendidikan provinsi Jambi terkait gagalnya 15 siswa warga kecamatan pondok tinggi jelasnya.
Ditambahnya lagi aturanlah yang membatasi kebijakan, bukan aturan sekolah setempat yang menentukan melainkan Juklak SMPB Provinsi Jambi yang menentukan dalam penerimaan pendaftaran siswa baru.
Adapun juknis yang diterapkan jalur domisili 2040 m 30 persen dengan jumlah 108 kebutuhan
, jalur prestasi 30 persen apemasi 30 persen , Jalur prestasi 35 persen jalur mutasi 5 persen.
Terkait dengan adanya tuntutan dari tokoh adat dan Ninik mamak pondok tinggi akan kita upayakan usulan kedinas provinsi Jambi jelas kepsek.
Ditambahnya lagi kejadian ini pernah terjadi pada tahun 2023 seandaipun usulan yang diusulkan 15 belum tentu dapat diterima 15 bisa jadi 5 atau 6 tentunya yang selebihnya bisa , buat sementara waktu bisa sekolah disekolah lain , apabila ada siswa pindah bisa siswa tersebut ditarik kesekolah SMAN 2 itupun siswa tersebut mau jelasnya .
Namun demikian harapan Ninik mamak kepada pihak sekolah SMA N.2 sungai penuh sebagai manajmen sekolah seorang kepala sekolah untuk betul -betul mempertimbangkan harapan kami ,ini menyangkut ilmu pendidikan dan kita tidak ingin anak-anak terbentur sekolahnya gara-gara aturan yang tidak relevan tuturnya.(tnk..)
