-->

Iklan

Terkait Pemberitaan Bantuan Bibit Kopi Salah Sasaran Baru - baru Ini Didesa Kecamatan Kumun Debai Terbantah Oleh PPL. ini Penjelasanya.

Kamis, 01 Oktober 2026, Oktober 01, 2026 WIB Last Updated 2026-10-01T03:16:19Z
masukkan script iklan disini

 Terkait Pemberitaan Bantuan Bibit Kopi Salah  Sasaran Baru - baru  Ini  Didesa Kecamatan Kumun Debai Terbantah Oleh PPL. ini Penjelasanya.

   



    Buana24.com. terkait adanya pemberitaan baru-baru  ini , terkait dugaan adanya penyaluran salah sasaran kekelompok tani terbantah oleh PPL dimedia ini , 01/10/26.


  Setelah dilakukan konfirmasi dan diklarifikasi oleh pihak PPL kumun debai khususnya dikawasan ranah kayu embun apa yang disangkakan kini terbantah dengan pembuktian dukumentasi anggota kelompok melakukan penenaman bibit Arabika dikebun bersangkutan atau kelompok.


   penanaman kopi Arabika varietas Gayo 3 dikecanatan kumun debai,alokasi bantuan hilirisasi kopi diterima oleh 11 kelompok tani desa Renah kayu embun sebanyak sepuluh kelompok dan desa ulu air satu kelompok tani 

   

   sebelum bantuan didistribusikan terlebih dahulu dilakukan pendataan calon kelompok penerima(cpcl) ini bertujuan untuk menentukan kelayakan petani dan kelompok penerima mampaat,desa Renah kayu embun dan desa ulu air jelasnya.



   kawasan tersebut merupakan desa yang punya potensi untuk pengembangan komoditas perkebunan salah satu nya komoditi kopi dikarenakan desa tersebut berada diketinggian antara 800 s/d 2408 m dari permukaan laut ungkapnya.


   Untuk itu pemerintah kota sungai penuh berinisiatif untuk mengembangkan potensi desa tersebut disamping saat ini progres proses penanaman saat ini sudah hampir mencapai 78 porsen dilahan II kelompok tersebut,


   disamping  ada kekurangannya tetap dikerjakan oleh petani penerima mampaat untuk menanannya sehingga mencapai 100 porsen .


     Adapun untuk biaya tanam juga dialokasikan kepada petani sebesar seribu rupiah perbatangnya,alokasi bibit untuk kecamatan kumun sebanyak sebanyak 219 ribu batang dengan keadaan bibit kopi yg diterima petani sudah memenuhi syarat dan spesifikasi bibit yg ditetapkan oleh bpsp(badan pengawas bibit dan pestisida) 


   Kedepanya  kota sungai penuh , dengan adanya bantuan dari kementrian pertanian Republik Indonesia diharapkan nanti kedua desa tersebut menjadi sentral kopi Arabika dikecamatan kumun Debai 


   sehingga petani penerima mampaatnya kesehteraannya bisa meningkat dari proses awal dari kegiatan tersebut dimulai dari tanam dan pemeliharaan tentunya akan tetap dikawal dan didampingi oleh penyuluh dan dinas instansi terkait agar produksi kopi Arabika bisa optimal dan berkelanjutan harapanya.


    Untuk itu kedepanya kementrian pertanian RI untuk lebih melakukan perhatian khusus untuk provinsi Jambi terkhusus Diwilayah kerinci kota sungai penuh harapanya. (man..)

Komentar

Tampilkan

Terkini