-->

Iklan

Normalisasi Sungai Batang Merao: "Asal-Asalan Warga Di Sekitar Bantaran Sungai Resa

Selasa, 06 Januari 2026, Januari 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T20:41:17Z
masukkan script iklan disini



Proyek Normalisasi Sungai Batang Merao Tuai Kritik Warga


Kerinci – Proyek normalisasi Sungai Batang Merao di wilayah hilir aliran sungai yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (WIKA) kembali menuai kritik tajam dari masyarakat setempat.

Proyek yang bertujuan untuk memperluas kapasitas daya tampung sungai guna mencegah banjir tersebut dinilai warga belum menyentuh substansi pengerjaan normalisasi yang sebenarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi beberapa waktu lalu, aktivitas alat berat yang beroperasi justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Ekskavator yang dikerahkan terlihat hanya melakukan pembersihan dan pengerukan di bagian pinggiran atau tebing sungai, sementara bagian tengah sungai yang mengalami pendangkalan diduga tidak dilakukan pengerukan.

Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Warga menduga pekerjaan yang dilakukan oleh PT WIKA melalui vendor Johan dan Liong tidak dilaksanakan secara maksimal dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pengerjaan normalisasi sungai.

“Kami bingung melihat cara kerjanya. Namanya normalisasi sungai itu seharusnya mengeruk lumpur di bagian tengah agar sungai menjadi lebih dalam. Tapi yang terlihat sekarang malah seperti hanya menggali tebing di pinggir saja. Ini sebenarnya normalisasi sungai atau hanya sekadar pembersihan lahan?” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.



Menanggapi polemik tersebut, tokoh masyarakat meminta pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI sebagai instansi pemberi kerja untuk tidak tinggal diam dan segera turun langsung ke lapangan guna melakukan pengawasan yang lebih ketat.

Masyarakat juga mendesak pemerintah melalui BWSS VI untuk melakukan pengecekan ulang terhadap titik koordinat pengerukan yang sedang dikerjakan. Jika terbukti pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak atau spesifikasi teknis, warga meminta agar dana proyek tidak dicairkan.

“Pihak BWSS jangan menutup mata. Ini menggunakan uang negara yang jumlahnya sangat besar. Jangan sampai dana proyek dicairkan jika pekerjaannya hanya sekadar ‘memoles’ bagian pinggir sungai saja. Jika bagian tengah tidak dikeruk, banjir tetap akan menjadi ancaman bagi warga Hamparan Rawang,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT WIKA maupun perwakilan vendor belum memberikan keterangan resmi terkait teknis pengerjaan di lapangan yang dikeluhkan masyarakat tersebut.

(Tim)


Komentar

Tampilkan

Terkini