Aktivis Kerinci Kritik Keras 'Lomba Selfie' Ala DLH di Tumpukan Sampah, Kadis LH Beri Klarifikasi
BUANA24. Com KERINCI – Aktivis di Kabupaten Kerinci, Jambi,Anto Black memberikan kritik keras terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat yang dinilai melakukan hal yang tidak pantas di tengah masalah sampah yang belum tuntas. Dalam unggahan media sosial, aktivis tersebut menuliskan, “Dunia sudah terbalik. Dinas LH Kerinci lagi viral dengan lawakannya, sibuk mempertontonkan lomba selfie cantik di tumpukan sampah saat warga butuh solusi cepat.”
Kritik tersebut disertai dengan foto-foto yang menunjukkan sekelompok orang, diduga staf DLH Kerinci, sedang berfoto selfie di depan tumpukan sampah yang menumpuk di pinggir jalan. Aktivis tersebut juga menilai bahwa persoalan sampah di Kerinci tidak akan pernah tuntas apabila daerah tersebut belum memiliki fasilitas pengolahan sampah yang memadai, seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) atau Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPSA). “Tidak ada TPST/TPSA, masalah sampah tidak akan selesai sampai kiamat sehebat apapun teorinya,” tambahnya.
Selain itu, aktivis tersebut juga meminta agar DLH Kerinci tidak membiarkan mobil sampah berhenti atau membuang sampah di jalan raya. “Tolong jangan suruh mobil sampah berak di jalan,” tulisnya.
Merespons kritik tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci memberikan klarifikasi. Menurutnya, kegiatan tersebut bukanlah lomba selfie yang dimaksudkan untuk hiburan semata, melainkan bagian dari upaya untuk menarik perhatian masyarakat terhadap masalah sampah yang ada. “Kami ingin menunjukkan bahwa masalah sampah ini sangat nyata dan membutuhkan perhatian dari semua pihak. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa mungkin ada kesalahan dalam cara penyampaian atau pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami akan mengevaluasi kembali kegiatan-kegiatan yang kami lakukan agar lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tambahnya.
Terkait masalah fasilitas pengolahan sampah, Kadis LH menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk membangun TPST dan TPSA yang memadai di Kabupaten Kerinci. “Kami sudah mengajukan proposal ke pemerintah pusat dan daerah untuk mendapatkan dana pembangunan. Kami berharap fasilitas ini segera dapat dibangun agar masalah sampah di Kerinci dapat teratasi dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat Kerinci berharap agar DLH setempat dapat lebih fokus dalam mencari solusi yang nyata untuk masalah sampah yang ada, bukan hanya melakukan kegiatan yang hanya bersifat simbolis. “Kami butuh solusi yang cepat dan efektif, bukan hanya foto-foto atau kegiatan yang tidak memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” ujar salah satu warga.
Masalah sampah di Kabupaten Kerinci sendiri sudah menjadi perhatian publik sejak lama. Tumpukan sampah yang menumpuk di pinggir jalan dan di beberapa tempat umum seringkali menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Selain itu, masalah ini juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan yang lebih serius jika tidak segera ditangani.
Diharapkan dengan adanya kritik dan klarifikasi ini, DLH Kabupaten Kerinci dapat lebih meningkatkan kinerjanya dalam menangani masalah sampah dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.**"
Penulis (Hw. Rml...)
