-->

Iklan

Mencuat Biaya Perpisahan Sekolah Kota sungai penuh dan Kerinci Dikeluhkan Orang Tua Murid, DPRD Diminta Cek Sekolah

Senin, 02 Maret 2026, Maret 02, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T20:25:08Z
masukkan script iklan disini

 

   

 Mencuat Biaya Perpisahan Sekolah Kota sungai penuh dan Kerinci Dikeluhkan Orang Tua Murid, DPRD Diminta Cek Sekolah

 


     Buana24.com.SUNGAI PENUH – Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang semakin berat, rencana pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah memunculkan keresahan di kalangan orang tua murid. Biaya yang harus dikeluarkan dinilai memberatkan, terutama bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.


     Sejumlah orang tua murid mengaku keberatan dengan adanya pungutan biaya perpisahan sekolah. Meski bagi sebagian wali murid yang memiliki kemampuan ekonomi cukup hal tersebut tidak menjadi persoalan, namun bagi keluarga kurang mampu, kebijakan ini justru menjadi beban serius dan menimbulkan tekanan psikologis.

 
   “Kondisi ekonomi sekarang sangat sulit. Biaya perpisahan anak sekolah ini benar-benar menjadi problem dalam kehidupan kami saat ini,” ungkap salah seorang orang tua murid yang enggan disebutkan namanya.


    Ia menjelaskan, biaya yang dibebankan tidak hanya sebatas uang perpisahan. Dalam praktiknya, orang tua masih harus mengeluarkan biaya tambahan seperti sewa pakaian, biaya rias (make up), hingga iuran lanjutan yang kerap muncul menjelang pelaksanaan kegiatan. 

    Jika diakumulasikan, total biaya tersebut dinilai cukup besar dan memberatkan keuangan keluarga.

  
   “Dana yang biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, malah harus dialihkan untuk kegiatan perpisahan yang hanya berlangsung satu hari,” keluhnya.

   
   Para orang tua berharap pihak sekolah dapat lebih bijak dan memiliki kepekaan sosial terhadap kondisi ekonomi wali murid yang beragam. Mereka menilai kegiatan perpisahan seharusnya tidak dijadikan kewajiban, apalagi sampai memunculkan rasa malu dan tekanan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.


   Keresahan tersebut juga ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar menjalankan fungsi pengawasan terhadap sekolah-sekolah. 


    Orang tua murid meminta DPRD melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan perpisahan, termasuk mekanisme penetapan biaya agar tidak memberatkan masyarakat.


    Menurut mereka, keterlibatan DPRD sangat diperlukan untuk memastikan dunia pendidikan berjalan dengan prinsip keadilan dan kepedulian sosial. 

   Kegiatan sekolah, termasuk perpisahan, diharapkan tetap mengedepankan kesederhanaan dan tidak menambah beban hidup orang tua murid.


    Orang tua murid menegaskan, pendidikan seharusnya menjadi sarana mencerdaskan dan membahagiakan anak-anak, bukan justru menambah persoalan di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.


     Ditambahnya lagi pihak sekolah seharusnya bisa menggunakan dana bantuan operasional sekolah (Bos) untuk melakukan kegiatan ektrakurikuler sekolah , namun dasarnya tidak dilakukan oleh sekolah bahkan menambah beban wali murid , seprti Dana komite sementara sekolah negeri tidak bisa diterapkan dengan komite kecuali sekolah swasta imbuhnya. (Tim..)

 
Komentar

Tampilkan

Terkini